Hukum Pijat Spa dan Hukum untuk Pijat Kesehatan dalam Islam

Posted by admin on Monday, 23 December 2013

Hukum Pijat Spa

Oleh: Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rohimahulloh

Pertanyaan:

Apa pendapat Syaikh yang mulia tentang pijat yang dilakukan oleh sebagian wanita terhadap sesama wanita, atau laki-laki terhadap sesama laki-laki? Yaitu misalnya seseorang tidur tengkurap dan yang lain memijat punggungnya, kedua bagian sampingnya, lehernya, bahunya, betisnya dan terkadang pahanya. Kadang-kadang hal itu dilakukan dari balik bajunya, dan kadang-kadang pijatnya langsung menyentuh kulit, dan terkadang pemijat mengoleskan minyak untuk memijat. Khususnya, yang seperti ini banyak dilakukan di asrama-asrama kampus, baik asrama putra maupun putri. Mohon beri kami fatwa, semoga Alloh memberikan pahala kepada anda.

Jawaban:

Jika pijat dilakukan oleh suami terhadap istrinya, atau istri terhadap suaminya maka ini tidak mengapa. Karena bagaimanapun, hal tersebut mubah bagi mereka, bahkan seandainya syahwatnya tergerak dalam kondisi ini, maka silahkan ia menunaikan syahwatnya itu karena ia bersama istrinya sendiri. Adapun kalau bersama selain pasangannya, maka pada yang demikian terdapat fitnah.

Seandainya seorang pemuda melakukan hal tersebut bersama pemuda lainnya, apakah tidak dikhawatirkan akan timbul syahwatnya? Ya (dikhawatirkan). Begitu pula seandainya seorang wanita melakukan hal tersebut dengan wanita lainnya, juga dikhawatirkan timbul syahwatnya, karena wanita juga memiliki syahwat sebagaimana laki-laki. Maka menurutku hal ini tidak diperbolehkan kecuali antara suami istri.

Demikian pula, jika ada seorang lelaki tua yang memiliki anak-anak perempuan, lalu ia minta kepada mereka untuk memijat punggungnya, ini tidak mengapa. Karena syahwat dalam kondisi ini sangatlah jauh dan lelaki yang sudah tua butuh untuk dipijat. Maka dengan adanya hajat (keperluan) dan jauhnya syahwat, kita katakan: hal tersebut tidak mengapa insyaAlloh.

***

Diterjemahkan dari: Silsilah al-Liqo’ asy-Syahri kaset no. 68b menit ke 12:45 [Download]. Dengan transkrip Arab-nya dari al-Maktabah asy-Syamilah.

***

حكم عمل المساج من وراء الثياب أو مباشرةالسؤال

ما رأي فضيلتكم فيما يفعله بعض الفتيات مع بعضهن بعضاً، أو الفتيان مع بعضهم بعضاً من عمل المساج، وهو: أن يرقد الشخص على بطنه -مثلاً- ويقوم الآخر بتدليك ظهره وجنبيه ورقبته وكتفيه وساقيه وربما فخذيه، وأحياناً يكون ذلك من وراء ثياب، وأحياناً يكون التدليك مع مباشرة الجلد، وربما وضع المدلك دهناً يدلك به، خصوصاً أن مثل هذه الظاهرة تكثر في سكن الكليات والجامعات لكلا الجنسين؟ أفتونا مأجورين.

الجواب

إذا فعله الزوج مع زوجته أو الزوجة مع زوجها فهذا لا بأس به؛ لأنه مهما كان الأمر فهو مباح حتى لو تحركت شهوته في هذه الحال فليقض شهوته لأنه مع امرأته، أما إذا كان مع غيرهما ففيه فتنة، فلو أن شاباً فعل ذلك مع شاب ألا يخشى أن تثور شهوته؟ بلى، ولو فعلتها امرأة مع امرأة يخشى كذلك أن تثور شهوتها؛ لأن المرأة تشتهي كما يشتهي الرجل، فلا أرى هذا جائزاً إلا مع الزوج وزوجته، كذلك لو فرضنا أن رجلاً شيخاً كبيراً له بنات وطلب منهن أن يغمزن ظهره فهذا لا بأس به؛ لأن الشهوة هنا بعيدة جداً، والرجل كبير يحتاج إليه، فمع حاجته وبعد الشهوة نقول: لا بأس به إن شاء الله

***

Oleh: Syaikh Kholid bin Abdillah al-Mushlih hafidzohulloh (murid & menantu Syaikh Utsaimin)

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarohatuh,

Fadhilatus Syaikh, bagaimanakah hukum pijat?

Jawaban:

Wa’alaikumussalam warohmatullohi wabarokatuh,

Amma ba’du..

Pijat terbagi menjadi 2 jenis:

Jenis yang pertama: Pijat untuk pengobatan yang direkomendasikan dokter untuk mengobati kelemahan otot atau tujuan lainnya. Pijat jenis ini boleh, karena ia merupakan bentuk pengobatan yang pada asalnya boleh. Akan tetapi wajib menjaga aurat dari pandangan dan sentuhan kecuali bagian yang dibutuhkan dan wajib membatasi sesuai kebutuhan bagian aurat yang dilihat & disentuh serta berapa lama aurat tersebut dibuka. Berdasarkan perintah Alloh ta’ala untuk menjaga aurat, Alloh ta’ala berfirman:

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ

“Dan katakanlah kepada kaum mukminin untuk menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka” [QS an-Nur: 31]

Alloh ta’ala berfirman tentang sifat kaum mukminin:

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ* إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

“dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa” [QS al-Mukminun: 5-6]

Dalam riwayat Imam Ahmad (19530), Abu Dawud (4017), at-Tirmidzi (2769), dan yang selain mereka dengan sanad yang jayyid dari hadits Bahz bin Hukaim, dari ayahnya, dari kakeknya, bahwa Nabi shollallohu alaihi wa sallam ketika ditanya tentang aurat, beliau bersabda:

احفظ عورتك إلا من زوجتك أو ما ملكت يمينك. فقيل له: الرجل يكون مع الرجل ؟ فقال صلى الله عليه وسلم : إن استطعت ألا يرينها أحد فافعل

“Jagalah auratmu kecuali dari istrimu atau budak yang engkau miliki” beliau lalu ditanya: “bagaimana laki-laki dengan laki-laki?” beliau shollallohu alaihi wa sallam menjawab: “jika engkau mampu untuk tidak melihatnya (auratmu) seorangpun, maka lakukanlah.”

Dan hadits ini sebagiannya diriwayatkan al-Bukhori secara mu’allaq.

Dalam shohih Muslim (338) dari Abu Sa’id al-Khudri rodhiyallohu anhu, bahwa Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

لا ينظر الرجل إلى عورة الرجل،ولا المرأة إلى عورة المرأة،ولا يفضي الرجل إلى الرجل في ثوب واحد،ولا تفضي المرأة إلى المرأة في الثوب الواحد

“Janganlah seorang laki-laki melihat aurat laki-laki lainnya, dan jangan pula seorang wanita melihat aurat wanita lainnya. Janganlah seorang laki-laki berselimut dengan laki-laki lain dalam satu selimut dan jangan pula seorang wanita berselimut dengan wanita lain dalam satu selimut.”

Ini menunjukkan haramnya menyentuh aurat orang lain dengan anggota tubuh manapun.

Jenis yang kedua: Pijat penyegaran, yaitu yang dilakukan sebagian orang untuk menyegarkan badan, atau sekedar menikmati pijatan tanpa ada keperluan. Maka jenis yang ini jika tidak dengan membuka aurat dan tidak menyentuhnya serta mempengaruhi perasaan atau tidak membangkitkan syahwat, maka hukumnya boleh dan boleh mengambil upah dari hal tersebut.

Akan tetapi, yang aku nasehatkan adalah mencukupkan dari pijat menggunakan tangan dengan pijat menggunakan alat, karena lebih jauh dari syubhat yang berkaitan dengan menyingkap aurat ataupun menyentuhnya, begitu pula lebih jauh dari menimbulkan syahwat. Wallohu a’lam.

Saudaramu,

Kholid bin Abdillah al-Mushlih

16/9/1424H

***

Diterjemahkan dari: http://www.almosleh.com/almosleh/article_1099.shtml

***

السؤال:السلام عليكم و رحمة الله و بركاته ،فضيلة الشيخ ما حكم التدليك ؟الجواب:

وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

أما بعد ..

فإجابة عن سؤالك نقول :

التدليك ينقسم إلى قسمين :

القسم الأول: تدليك علاجي،يوصي به الطبيب لمعالجة ضعف في العضلات ، أو غير ذلك من الأغراض ، فهذا النوع جائز؛ لأنه من جملة الدواء الذي الأصل فيه الإباحة،لكن يجب حفظ العورات من النظر واللمس إلا ما تدعو إليه الحاجة ، ويجب الاقتصار عليه من جهة مقدار ما يكشف أو يلمس،ومن جهة زمان الكشف ؛ لأمر الله تعالى بحفظ العورات،قال الله تعالى:] قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ [ (النور:30) وقال تعالى للمؤمنات:]وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ [ (النور: 31) وقال تعالى في وصف المؤمنين:]وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ* إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ [ (المؤمنون:5-6) وروى أحمد (19530) وأبوداود (4017) والترمذي (2769) وغيرهما بسند جيد من حديث بهز بن حكيم عن أبيه عن جده أن النبي صلى الله عليه وسلم لما سئل عن العورات قال:((احفظ عورتك إلا من زوجتك أو ما ملكت يمينك)) فقيل له: الرجل يكون مع الرجل ؟ فقال صلى الله عليه وسلم : ((إن استطعت ألا يرينها أحد فافعل)) وروى البخاري بعضه معلقاً.

وفي صحيح مسلم (338) عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال:(( لا ينظر الرجل إلى عورة الرجل،ولا المرأةإلى عورة المرأة،ولا يفضي الرجل إلى الرجل في ثوب واحد،ولا تفضي المرأة إلى المرأة في الثوب الواحد)) وهذا يدل على تحريم مس عورة الغير بأي جزء من البدن.

القسم الثاني : تدليك تنشيطي ، وهو ما يفعله بعض الناس لأجل تنشيط الجسم ، أو التمتع بذلك من غير حاجة ، فهذا القسم إذا لم يصاحبه كشف العورات ولمسها ، ولم يكن فيه إثارة للغرائز ، أو استنهاض للشهوات فهو جائز ، ويجوز أخذ الأجرة عليه.

لكن الذي أنصح به الاستغناء عن التدليك اليدوي بالتدليك الآلي ، الذي يكون بواسطة الأجهزة ؛ لكونه أبعد عن الشبهة فيما يتعلق بكشف العورات أو مسها ، وكذلك إثارة الشهوات ، والله أعلم.

أخوك/

خالد بن عبد الله المصلح

16/9/1424ه
More aboutHukum Pijat Spa dan Hukum untuk Pijat Kesehatan dalam Islam

Macam-Macam Rasa Malu

Posted by admin on Friday, 20 December 2013

Ibnu Rajab berkata, "Ketahuilah bahwa rasa malu itu ada dua macam :

• Pertama, rasa malu yang memang merupakan perangai (sifat) yang asli tanpa diusahakan dan ini merupakan semulia-mulia akhlak yang Allah anugerahkan dan ciptakan kepada hamba-Nya di atasnya. Karena itu Nabi shallallâhu 'alaihi wa sallam bersabda,

الْحَيَاءُ لاَ يَأْتِي إِلاَّ بِخَيْرٍ


More aboutMacam-Macam Rasa Malu

Penetapan Ma'iyah Kebersamaan Allah subhanahu wata'ala atas hamba-hambaNya

Posted by admin on Friday, 29 November 2013

Kebersamaan Allah ta'ala dibawakan oleh syaikhul Islam setelah itsbat uluwullah ala kholqihi.
Mungkin nampak di mata manusia ada pertentangan di kalangan manusia, mengapa bisa Allah tingi di atas segala sesuatu dan Allah bersama makhluqNya.
Sekilas memang nampaknya begitu, maka baik kiranya disebutkan maiyah Allah setelah dijabarkan uluwullah fauqo kulli syai'.
Sebenarnyalah tidak ada pertentangan jika ditinjau lebih lanjut.
Bahwasanya Allah telah mengumpulkan.
Jika benar Tanakud maka hendaknya. Pikiran kita menjangkau bahwa Allah.
Contoh: alqomaru ma'ana, kami berjalan bersama bulan.

Kebersamaan Allah atas mahluknya dibagi dua: 'amah dan khoshoh.
'Ammah ialah kebersamaan Allah bersama makhlukNya baik mukmin maupun kafir, yang baik maupun yang buruk, peliputan Allah subhanahu wata'ala atas makhluknya dan tidak ada yang ghaib bagiNya.

Ma'iyah Al Khosh Kebersamaan Allah atas hambanya yang bertaqwa, dengan pertolongan dan pembelaan dari Allah subhanahu wata'ala.

Maiyah al khosh yang berkaitan dengan sifat-sifat khusus. innalloha ma'asshobirin. Shabar adalah sifat khusus.

Derajat:
Ngamatul
Khusus dengan sifat tertentu
khoshhoh mukhoyat dengan individu tertentu. (Derajat paling tinggi)

Para salaf mengatakan bahwa maiyyah Allah itu adalah inayah ilmu Allah

More aboutPenetapan Ma'iyah Kebersamaan Allah subhanahu wata'ala atas hamba-hambaNya

Tafsir Albaqarah, Qs 2 Ayat 41

Posted by admin on Thursday, 28 November 2013

Faidah dari firman Allah. Dan kita tidak akan bisa mengambil faidah kecuali kita mentadaburinya. Mengambil pelajaran dari ayat-ayat Allah tersebut. Dan Allah mencela orang-orang yang tidak mau mentadaburi ayat-ayat Allah subhanahu wata'ala.

Ayat 41 Qs Albaqoroh.

Surah Al-Baqara, Verse 41:
وَآمِنُوا بِمَا أَنزَلْتُ مُصَدِّقًا لِّمَا مَعَكُمْ وَلَا تَكُونُوا أَوَّلَ كَافِرٍ بِهِ وَلَا تَشْتَرُوا بِآيَاتِي ثَمَنًا قَلِيلًا وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ

Dan berimanlah kamu kepada apa yang telah Aku turunkan (Al Quran) yang membenarkan apa yang ada padamu (Taurat), dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama kafir kepadanya, dan janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa.

Menunjukkan ayat sebelumnya,

Surah Al-Baqara, Verse 40:
يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اذْكُرُوا نِعْمَتِيَ الَّتِي أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا بِعَهْدِي أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ

Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk).

Yang dimaksud ialah yakni bani Israil. Bersyukur ialah mengingat-ingat dan menyebut-nyebut. Sulit bagi seseorang itu untuk bersyukur jika tidak menyebut-nyebut nikmat dan mengingatnya.
Berimanlah dengan Al-Qur'an yang mana Al-Qur'an itu membenarkan apa yang disebutkan dalam kitab-kitab yang ada pada mereka taurat dan injil tentang sifat-sifat nabi Muhammad sholallahu'alaihiwassalam. Secara umum penyebutan sifat nabi Muhammad adalah benar.
Dan janganlah kalian menjadi yang pertama kafir, bukan berarti selain bani israil boleh kafir. Karena sangat tidak pantas sementara di sisi mereka sudah ada penjelasan.
Jangan tukar ayat Allah dengan harga sedikit yakni kepemimpinan dan dunia. Jika mereka mengikuti nabi muhammad maka akan mulialah mereka akan tetapi karena mereka menginginkan  dunia mqka jadilah mereka kafir.
Padahal seharusnya hanya kepada Allah lah saja manusia harus bertakwa.
Bertakwa ialah mengambil tameng untuk menghindari kemurkaan Allah subhanahu wata'ala. Yakni dengan menjalankan perintah serta menjauhi larangan.
Dalam ayat ini Allah mengingatkan bani Israil untuk beriman.
Orang-orang kafir tidak perlu ditimbang, karena amalan mereka akan dijadikan debu yang beterbangan.
Orang-orang kafir tidak diperintah untuk bersholat dan amalan lain, akan tetapi hanya dperintah untuk menjadi muslim.
Akan tetapi mereka dihukum dineraka disebabkan tidak sholat.

Barangsiapa mempelajari ilmu bukan untuk mencari ridho Allah maka dia tidak akan mendapatkan baunya surga.

Termasuk dari faidah ayat ini ialah dunia itu sedikit dan akhirat itu lebih baik. La khoiro illa khoirol akhirah.

Bahwa syariat Allah itu termasuk tanda-tanda kebesaran Allah.
Kewajiban bertakwa kewajiban beetauhid dalam bertakwa .

More aboutTafsir Albaqarah, Qs 2 Ayat 41